animasi bergerak gif

Selasa, 18 Desember 2012

Pertumbuhan Dan Pembangunan EkonomiI



Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi adalah peningkatan hasil produksi (output) dalam tingkatan nyata ekonomi, dan diukur melalui angka perubahan hasil produksi setiap tahunnya dalam jangka yang panjang
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

  •            Sumber day alam (SDA)

Suatu negara yang sumber daya alamnya melimpah, seperti kesuburan tanah, iklim,cuaca, hasil hutan dan tambang, akan mempunyai kesempatan yang besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat.

  •           Akumuasi Modal dan teknologi

Modal dan teknologi sangat penting artinya bagi pertumbuhan ekonomi, karena dipergunakan untuk mengolah SDA yang masih bersifat potensial (belum dimanfaatkan) menjadi SDA yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal dan teknologi mampu mempertinggi tingkat efesiensi, membuka penemuan baru dan meningkatkan kualitas produksi.

  •          Sumber daya manusia (SDM)

 Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia, karena manusia merupakan pelaksana pembangunan ekonomi. Semakin tinggi kualitas SDM dalam suatu negara, maka semakin tinggi pula tingkat produktivitas dinegara tersebut
  •           Sistem sosial dan sikap masyarakat
Masyarakat modern akan lebih terbuka dan bersifat positif terhadap perubahan yang secara otomatis ditimbulkan oleh pembangunan ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat segera terwujud
  •          Luas pasar atau pangas pasar
Barang dan jasa yang akan dijual kepada konsumen memerlukan daerah pemasaran dan pangsa pasar yang tepat, baik didalam maupun diluar negeri. Semakin luas daerah pemasaran dan pangas apasar yang dimiliki, akan semakin besar pula peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi

Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Tokoh pokok pikiran keterangan
Kalsik Adam Smith Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh 3 hal:
·           Pertumbuhan Grossdomestik Bruto (dipengaruhi oleh SDA, jumlah penduduk, persediaan barang –barang)
·           Pertumbuhan penduduk
·           Sistem persaingan bebas
David Ricardo pertumbuhan dipengaruh oleh:
·           Sumber daya alam yang terbatas
·            Jumlah penduduk yang berkembang
·           Kemajuan teknologi
·           Sektor pertanian menurut david ricardo pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara terus menerus, tetapi terdapat stagnansi didalmnya
Thomas Robert Malthus teori pertumbuhan penduduk menyatakan bahwa “pertumbuhan penduduk menurut deret ukur dan pertumbuhan menurut deret hitung”, maksudnya jumlah penduduk lebih cepat berkembang dari pada pertumbuhan ekonomi.
Neo Klasik Robert Sollow pertumbuhan dipengaruhi oleh:
·           Pertumbuhan penduduk (SDM)
·           Akumulasi modal
·           Teknologi modern
Roy Forbes Harrod dan Evsay D. Domar pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh pertambahan modal yang akan meningkatkan modal dan nantinya pendapatan nasional.
Modern Walt Whitman Rostow ada 5 tahap pertumbuhan ekonomi
·           Masyarakat tradisional
·           Pra lepas landas
·           Menuju kedewasaan
·           Konsumsi tinggi


Teori-Teori Pembangunan Ekonomi
Teori Tokoh Pokok Pikiran Tambahan

Austria (history) Werner Sombart
1.    Zaman perekonomian tertutup
2.    Zaman kerajinan dan pertumbuhan
3.    Zaman kapitalis purba, madya, raya, akhir.
Karl Butcher pokok pikiran:
1.    Rumah tangga tertutup
2.    Rumah tangga kota
3.    Rumah tangga bangsa
4.    Rumah tangga dunia
Frederik List pertumbuhan ekonomi dibedakan menjadi:
Masa berburu dan meramu
Masa berternak dan bertani
Masa bertani dan kerajinan
Masa kerajinan dan industri serta niaga


Hambatan pembangunan ekonomi di negara berkembang:
  • Kegiatan sektor pertanian masih tetap tradisional dan produktivitasnya sangat rendah.
  • Kebanyakan negara menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal           ( peralatan produksi ) yang modern.
  • Tenaga terampil , terdidik dan keahlian kewirausahaan penawarannya masih jauh dibawah jumlah yang diperlukan.
  • Perkembangan penduduk yang sangat pesat.
  • Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik sering dihadapi.
Kebijakan pemerintah mempercepat pembangunan ekonomi:
  • Diversifikasi kegiatan ekonomi
  • Mengembangkan infrastruktur
  • Meningkatkan tabungan dan inventasi
  • Meningkatkan taraf pendidikan
  • Mengembangkan institusi yang meggalakkan pembangunan
  • Merumuskan dan melaksanakan pembangunan ekonomi


I. Strategi pertumbuhan ekonomi
  1. 1. Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital; meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan, saluran dan fasilitas pengairan, dan pengembangan teknologinya. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. Di samping itu pembangunan atau kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut.
  1. 2. Strategi Impor Versus Promosi Ekspor
Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi da dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.
  1. 3. Perlunya Disertivikasi
Usaha mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya


Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah proses dan langkah-langkah yang dilakukan oleh suatu negara untuk meningkatkan PNB dan pendapatan perkapita penduduknya dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi. Sumber pembiayaan pembangunan ekonomi adalah simpanan domestik, investasi asing, serta bantuan dari luar negeri. Pembangunan ekonomi mempunyai tiga unsur penting yaitu:
1.    Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, yaitu rangkaian kegiatan pembangunan yang dilakukan secara terus menerus dengan maksud mengubah keadaan perekonomian tertentu menjadi keadaan perekonomian yang diinginkan
2.    Pembangunan ekonomi dilakukan untuk meningkatkan PNB dan pendapat per kapita, sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi

INDIKATOR pembangunan  Ekonomi
1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, yaitu total produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam 1 tahun
2. Produk Domestik Bruto per Kapita, negara mengusahakan agar PDB per kapita naik secara simultan (terus-menerus) seiring dengan pertumbuhan penduduk
3. Indeks Kualitas Hidup, merupakan merupakan indeks non-ekonomi untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat (Phisical Quality of Life Index). PQLI terdiri atas 3 indikator yaitu kematian bayi, angka harapan hidup, tingkat ‘melek huruf’
4. Indeks Pembangunan Manusia, meliputi indeks gabungan dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan, indeks standar hidup yang layak



Dampak pembangunan ekonomi:
1.      Dampak positif:
·           Terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kejahatan
·           Pendapatan masyarakat bertambah, sehingga kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan
·           Fasilitas umum dapat terpenuhi, sehingga adanya jalan layang, diharapakan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas
2.      Dampak negatif
·           Meningkatkan urbanisasi, yang disebabkan karena pelaksanaaan pembangunan ekonomi diperdesaaan tidak merata, sehingga masyarakat didesa lebih memilih untuk berpindah kedaerah perkotaan
·           Terjadinya pencemaran lingkungan dn kerusakan lingkungan hidup, akibat dari limbah pembangunan

Ukuran Keberhasilan Pelaksanaan Pembangunan

Ukuran keberhasilan pembangunan idealnya harus ditentukan berdasarkan dimensi pembangunan, yakni tergantung kepada fokus dan orientasi pembangunan yang dilaksanakan dan dimensi mana yang lebih menjadi perhatian bersama bagi:
(1) Pengambil keputusan (Decision maker)
(2) Perencana (planner) sebagai perencana dan perancang (berbagai aktifitas pembangunan, tujuan dan targetnya serta pelaksanaannya),
(3) Pelaksana pembangunan itu sendiri sebagai pihak yang menjalankan atau sering disebut juga sebagai agen pembangunan,
(4) Masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan.
Dimensi yang menjadi perhatian ini kemudian diberikan indikator. Indikator-indikator dari berbagai dimensi pembangunan inilah yang kemudian dijadikan tolok ukur atau ukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan.
Secara teori semua kelompok dimensi pembangunan yang telah dikemukakan terlebih dahulu, dapat dicarikan indikator-indikatornya dan kemudian dipergunakan sebagai ukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Meskipun demikian, dalam kenyataannya berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai tingkatan menerapkan ukuran dan indikator yang berbeda-beda untuk menunjukkan tingkat keberhasilan pelaksanaan pembangunan.
Pengukuran keberhasilan pembangunan harus melewati dua tahap, yaitu:
(1) Tahapan identifikasi target pembangunan, dan
(2) Tahapan aggregasi karakteristik pembangunan
Tahapan identifikasi target pembangunan diperlukan agar dapat menentukan secara jelas siapa yang akan menikmati hasil pelaksanaan pembangunan dan bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan agar hasil pembangunan tersebut benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak. Sedangkan tahapan aggreasi karakteristik pembangunan diperlukan untuk menjaga agar ketika skala kegiatan pembangunan diperluas, target yang dituju tetap memenuhi karakteristik dan kriteria yang telah ditetapkan pada tahap identifikasi.
Ravalion and Datt (1996) menyarankan agar dapat diperoleh ukuran keberhasilan pembangunan yang lebih peka, maka faktor-faktor berikut perlu diperhitungkan, yaitu:
(1) pengeluaran real setiap orang dewasa,
(2) akses kepada barang yang tidak dipasarkan,
(3) distribusi intra rumah tangga dan
(4) karakteristik personal.
Pengeluaran real merupakan indikasi yang lebih akurat dari kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Pengeluaran real lebih mendekati kepada pengertian disposable income, yaitu pendapatan bersih setelah diperhitungkan berbagai pajak dan penyusutan-penyusutan. Akses kepada barang yang tidak dipasarkan perlu untuk merepresentasikan seberapa jauh fasilitas pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat, baik fasilitas publik tersebut berupa infrastruktur, sarana maupun prasarana untuk berbagai jenis kegiatan dan aktifitas pembangunan masyarakat.
Kalau kita memperhatikan kelaziman pemakaiannya, maka ukuran pembangunan yang didasarkan pada dimensi ekonomi merupakan jenis yang paling luas dipergunakan di berbagai bagian dunia. Ukuran ini terutama dalam bentuk pendapatan dengan berbagai variasi dan turunannya, seperti produk domestik bruto (PDB), pendapatan nasional, pendapatan wilayah, pendapatan perkapita, pendapatan rumah tangga, distribusi pendapatan, tingkat investasi, tingkat dan nilai ekspor maupun impor dan seterusnya.
Variasi yang lain dari ukuran pembangunan tipe ini adalah dengan pendekatan pengentasan kemiskinan, yakni bahwa keberhasilan pembangunan diukur dengan seberapa jauh upaya-upaya pembangunan dapat mengentaskan kemiskinan. Secara garis besar problema kemiskinan dapat dibedakan atas dua jenis, yakni kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut biasanya dinyatakan dengan tingkatan tertentu yang harus dipenuhi atau diperlukan untuk dapat menjalankan hidup secara layak. Tingkatan ini lazim dikenal dengan garis kemiskinan. Ukuran yang dipakai sebagai garis kemiskinan ini berbeda-beda, tergantung sudut pandang dan fokus penelaahan yang bersangkutan. Sedangkan kemiskinan relatif adalah keadaan kekurangan yang dikenali setelah melakukan perbandingan dengan mendasarkan pada suatu dimensi yang sama, misalnya dimensi daerah, dimensi sektor, dimensi negara dst. Kemiskinan absolut berhubungan dengan besarnya pendapatan yang diperoleh, sedangkan kemiskinan relatif berhubungan dengan distribusinya.
Di Indonesia, beberapa jenis ukuran keberhasilan pembangunan yang banyak digunakan adalah:
(1) Berdasarkan pendapatan dan nilai produksi, seperti: PDB, pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, dan distribusi pendapatan.
(2) Berdasarkan investasi: tingkat investasi, jumlah PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), dan jumlah FDI (Foreign Direct Investment) yaitu investasi langsung oleh pihak asing.
(3) Berdasarkan kemiskinan dan pengentasannya: jumlah penduduk miskin, garis kemiskinan Sayogyo yang diadopsi oleh BPS (setara beras 320 kg di desa dan 480 di kota), tingkat kecukupan pangan (2100 kilokalori intake), tingkat kecukupan 52 jenis komoditas pangan, tingkat pemenuhan kebutuhan dasar sembilan bahan pokok (BPN), Poverty Gap dan Severity Index, serta metode RAO (16 kg beras dikali 1,25 kemudian dibagi dengan rata-rata rasio pangan terhadap pengeluaran total).
(4) Berdasarkan keadaan sosial kemasyarakatan dan kelestarian lingkungan: tingkat pendidikan (untuk berbagai level dan kombinasinya), tingkat kesehatan (meliputi kesehatan ibu dan anak dan akses kepada fasilitas hidup yang sehat), tingkat dan kualitas lingkungan (meliputi tingkat pencemaran berbagai aspek, tingkat keruasakan hutan, tingkat degradasi lahan dan seterusnya.
Dalam pengukuran keberhasilan pembangunan ini ada ukuran single dimension (dimensi tunggal) dan adapula yang multi dimension (dimensi ganda). Dimensi tunggal adalah ukuran pembangunan yang hanya memperhatikan satu dimensi pembangunan saja dalam penyusunan indikatornya, sedangkan dimensi ganda adalah ukuran keberhasilan pembangunan yang indikator-indikatornya memadukan berbagai dimensi secara integral.
Contoh ukuran keberhasilan pembangunan multi dimensi adalah indikator pembangunan manusia atau Human Development Index (HDI) dari World Bank. Indikator-indikator yang digunakan dalam HDI adalah: tingkat harapan hidup bayi, tingkat literasi orang dewasa, rasio partisipasi sekolah dasar dan lanjutan dan PDB per kapita. Indikator-indikator ini masing-masing diberikan indeks dan selanjutnya digabungkan menjadi indeks pembangunan manusia

4 komentar:

  1. hehehe..
    .
    thanks ya gan..
    ntar low ad waktu aku perkembangin lg kok..
    .
    bleh jga kasih saran..
    ok..
    (y)

    BalasHapus
  2. behhh kreatif lur,,,,,,,sukses yaaaa

    BalasHapus